WORKSHOP DATA SCIENCE dan AUDIENSI DENGAN DIRJEN KELEMBAGAAN IPTEK dan DIKTI

Jakarta, 5-6 Desember 2019,

Pada tanggal 5-6 Desember 2019, FORSTAT mengadakan dua kegiatan, yaitu kegiatan Workshop Data Science bekerjasama dengan Universitas Terbuka (UT), Jakarta, dengan menghadirkan pembicara Dr. RB Fajriya Hakim, M.Si dari Universitas Islam Indonesia, dan kegiatan audiensi dengan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M. Eng. Sc.

Workshop dibuka oleh Wakil Rektor I, Bidang Akademik UT,  Dr. Muhammad Yunus, MA didampingi oleh Ketua Umum Forstat (Dr. Suhartono, M.Sc), Dekan FST UT (Dr. Agus Santoso, M.Si), dan pembicara workshop Dr. RB Fajriya Hakim, M.Si 

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UT menyatakan bahwa Statistika merupakan bidang Ilmu yang sangat keras. Namun harus diakrabi oleh semua bidang ilmu, karena terkait dengan data. Cara yang dapat ditempuh adalah dengan “memprestokan” statistika sehingga semua dapat menerimanya. Misalnya dengan mulai menata sistem pembelajarannya salah satu diantaranya adalah melalui e-learning, dan networking (melalui program PERMATA). 

Bahkan, di UT sendiri, kedepannya beberapa mata kuliah seperti Bahasa Inggris, komunikasi, coding dan data mining akan menjadi mata kuliah universitas dan disampaikan dengan kemasan digital, melalui audio, video dan jurnal.

Beliau berharap melalui forum FORSTAT ini akan lebih mempercepat proses “memprestokan” mata kuliah Statistika di PT.

Sementara itu, Ketua Forstat dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop dan audiensi dengan Dirjen merupakan kegiatan tindak lanjut dari yang sudah dilakukan di UNPAD pada tanggal 1 November 2019, dimana pada saat itu disadari bahwa sebagai dosen masih banyak kekurangannya khususnya terkait dengan analisis data yang jenis dan sifatnya sangat beragam. Kita masih perlu belajar mengenai pengumpulan, penyajian dan analisis data tidak terstruktur menjadi terstruktur. Oleh karena itu, Forstat mewadahi adanya workshop data science ini.

Di hari pertama pelaksanaan workshop dibahas tentang pengantar kompetensi data science dan pengantar database and crawling data dilanjutkan dengan hands-on MySQL and RMySQL dan crawling data. Hari kedua pelaksanaan workshop membahas pengantar deep learning dan pengantar data visualisasi yang dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan software R dan Tableau .

Adanya perubahan pemegang amanah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dimana Mendikbud yang baru (Nadiem A. Makarim, MBA) dalam pidatonya menyatakan bahwa  Statistika merupakan salah satu bidang ilmu yang harus dikuasai dan diajarkan di setiap jenjang Pendidikan, mendorong Forstat untuk melakukan audiensi dengan Mendikbud yang baru dan jajarannya. Dalam hal ini audiensi dilakukan dengan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti.

Audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan gagasan mengenai pendidikan statistika untuk mencetak generasi yang lebih baik, yaitu:

  1. Adanya perubahan kurikulum, perubahan ini yaitu ke arah kurikulum yang berisikan adanya pengajaran statistika mulai dari SD sampai dengan PT
  2. Perlu adanya Prodi Pendidikan Statistika di PT

Selain itu, audiensi ini juga terkait dengan Lembaga Akreditasi Mandiri LAMSAMA, dimana Forstat menolak untuk berada dibawah LAMSAMA.

Audiensi dengan Dirjen berjalan lancar dan baik, dengan beberapa poin hasil dari pertemuan tersebut adalah

  1. Lembaga Akreditasi Mandiri, diantaranya LAMSAMA, belum wajib dan masih menjadi kajian di tingkat Dirjen, dikarenakan instrumen akreditasinya masih sama dengan instrumen akreditasi BANPT, kecuali yang LAMPTKES.
  2. Perlu dibuat surat usulan dari Forstat secara resmi ke Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, mengenai nomenklatur baru untuk Prodi Pendidikan Statistika (prodi baru) dan Prodi Statistika dan Sain Data (perubahan dari nomenklatur Prodi Statistika).