Munas 2012

27 Perguruan Tinggi Ikuti Munas Forstat di UII

18 Maret 2012
Copyright © Universitas Islam Indonesia

Forum Pendidikan Tinggi Statistika Indonesia atau yang biasa disingkat FORSTAT menggelar Musyawarah Nasional untuk kali kedua dengan penyelenggara Program Studi Statistika Universitas Islam Indonesia (UII). Bertempat di Gedung Perpustakaan Dr. Mohammad Hatta Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang KM. 14,4 Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (17/3), Musyawarah Nasional dibuka secara langsung oleh Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Turut hadir dalam acara pembukaan Ketua FORSTAT, Dr. Ir. Hari Wijayanto, M.Si. bersama Dekan FMIPA UII, Yandi Syukri, S.Si, M.Si, Apt.

Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam sambutannya menyampaikan, Statistika merupakan ilmu yang sangat penting dan bermanfaat, yang bisa digunakan untuk banyak hal, bahkan di semua bidang ilmu juga membutuhkan akan ilmu statistika ini. Dalam konteks lebih luas diantaranya, statistika digunakan dalam perhitungan quick count pada pemilihan calon Kepala Daerah, Parai Politik bahkan pada  pemilihan Calon Presiden.

Namun demikian menurut Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, saat ini banyak juga hasil perhitungan yang disampaikan tidaklah obyektif, yang mana banyak penilaian yang dihasilkan tergantung dari siapa yang memesan. Hal tersebut tentunya juga menjadi tanggung jawab prodi statistika untuk meluruskan melalui pendidikan yang utuh terkait penggunaan ilmu statistika yang jujur, misalnya dengan melakukan research yang kridible.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ir. Hari Wijayanto, menyinggung banyaknya pekerjaan dibidang stastika diisi oleh orang-orang yang kemampuan statistikanya sangat minim. Hal tersebut menurutnya dikarenakan tingginya kebutuhan akan lulusan setatistika yang tidak seimbang dengan jumlah alumni Prodi Statistika itu sendiri, dimana di Indonesia hanya ada sekitar 15 Prodi saja. Oleh karenanya melalui FORSTAT, Dr. Ir. Hari Wijayanto, berharap keberadaan Prodi Statistika dapat ditingkatkan, sehingga pemenuhan kebutuhan akan pekerja dapat disisi oleh tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.

Sementara itu, Yandi Syukri, S.Si, M.Si, Apt. menyampaikan rendahnya minat calon mahasiswa mengambil Prodi pada bidang ilmu sains saat ini. Hal tersebut terlihat dari data survei yang menyebutkan baik pada universitas negeri maupun swasta tidak dapat terpenuhi kuotanya. Minimnya minat tersebut menurutnya antara lain disebabkan kurang adanya gambaran yang jelas pada calon mahasiswa akan karir kedepan serta peluang kerja setelah menyelesaikan studi pada bidang ilmu ini. Selain itu kemungkinan yang lain disebabkan nilai eksak calon mahasiswa pada jenjang sekolah menengah atas masih kurang.

Senada dengan Dr. Ir. Hari Wijayanto, Dekan FMIPA UII mengungkapkan bahwa pengembangan basic sains sangat tinggi kontribusinya dalam perkembangan majunya suatu negara. Bila melihat prosentase di negara-negara maju, alumni yang ada pada bidang basic sain sejumlah 20 persen dari jumlah keseluruhan disiplin ilmu, sementara di indonesia berjumlah 2,4 persen. Bahkan Indonesia juga masih tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dengan jumlah alumni bidang sains 14 persen.

Namun demikian lebih lanjut Yandi Syukri, S.Si, M.Si, Apt. mengungkapkan, dua tahun terakhir jumlah mahasiswa yang ada di Fakultas MIPA UII menunjukkan peningkatan jumlah, bahkan untuk Prodi Statistika telah membuka dua kelas baru. Hal tersebut tentunya menjadi kontribusi yang positif dalam perkembangan bidang sains dan ilmu statistika khususnya di negara ini.

Sementara itu Ketua Panitia Munas FORSTAT Tahun 2012, Kariyam, S.Si., M.Si., mengungkapkan bahwa hampir semua instansi baik negeri atau swasta dalam berbagai lapangan kerja membutuhkan akan lulusan Sarjana Statistika. Prodi Statistika UII sendiri hingga saat ini telah meluluskan sekitar 350 sarjana Statistika yang telah tersebar di seuruh Indonesia.

“Saat ini, bukan masanya mempertanyakan instansi mana yang membutuhkan Sarjana Statistika, melainkan sebaliknya, yaitu instansi mana yang tidak membutuhkan Sarjana Statistika,” ungkap Kariyam, S.Si., M.Si., yang juga sebagai Kaprodi Statistika UII.

Forum yang beranggotakan perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia tersebut telah banyak melakukan sejumlah kegiatan yang mendukung kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain membahas kurikulum, pengembangan forum ke depan, juga akan dilakukan pemilihan pengurus FORSTAT yang baru periode 2012-2014, sekaligus menyusun rencana kerja untuk periode tersebut.

FORSTAT yang terdiri dari UII, UGM, UI, ITB, ITS, UNPAD, IPB, UNHAS, UNDIP, UNMUL, UNIBRAW, UT, UBINUS, UNISBA, IST AKPRIND, Universitas Muh. Semarang, Univ. PGRI Adi Buana, Univ. Gajayana, IST Palapa, UKI Tomohon, USU, Univ. Haluoleo, Univ. Negeri Padang, UNES, AIS Muh. Semarang dan STIS Jakarta berkomitmen untuk senantiasa mengupayakan peningkatan kualitas, baik itu proses maupun outputnya.